Frequency of life

Rasanya baru kemarin ketika saya terlibat diskusi menarik soal industri radio dengan pak Rachmat Gobel, di suatu pagi yang cerah di awal musim gugur di tengah kota Vancouver yang indah. Saat itu akhir bulan Oktober 2012, diskusi kami berakhir pada kesimpulan “mari berbuat sesuatu untuk industri radio di Indonesia, baik sebagai media informasi dan komunikasi, maupun industri manufakturing pesawat radio.” Ide ini terus berkembang sampai saya diperkenalkan kepada pak Abdul Sobur founder dari Kriya Nusantara yang menunjukkan karya seni luar biasa Cawang Art Radio.

Setahun berselang dengan dukungan luar biasa dari PT. Panasonic Gobel dan Kriya Nusantara, lewat tangan dingin pak Rachmat Gobel & pak Abdul Sobur, maka terwujudlah acara hari ini. Sebuah awal untuk menunjukkan bahwa industri radio dan manufakturing pesawat radio masih memiliki kekuatan untuk menggerakkan ekonomi kreatif Indonesia, bahkan memberikan dampak meluas dan mendalam ke sendi kehidupan Bangsa Indonesia.

Radio yang digunakan oleh para pejuang komunikasi, seperti Bapak Yusuf Ronodipuro dkk, untuk memberitakan secara luas ke seluruh Nusantara dan Dunia tentang Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Sehingga sejak saat itu RADIO menjadi bagian tidak terpisahkan dari masa perjuangan fisik dan pergolakan politik



di Indonesia. Hingga masa pasca G30S/PKI dimana pemberitaan dan informasi politik hanya menjadi ranah RRI, maka radio swasta nasional pun mencari kreatifitas untuk menarik pendengar dengan sajian hiburan musik, sandiwara radio dan acara bincang-bincang. Namun bagaimanapun juga, apakah itu untuk perjuangan, politik, informasi ataupun hiburan, sejak Proklamasi Kemerdekaan, radio telah menunjukan nilai yang tinggi untuk : Invention, Innovation, Creation dan Expression dalam karya dan kiprahnya.

Kini saatnya radio memasuki era baru. Era konvergensi dengan media online. Seperti data yang diolah oleh sahabat-sahabat dari PROVETIC, radio sudah berkonvergensi dengan media online, dengan menggunakan sosial media Twitter, Path, Facebook dan lain-lain untuk meningkatkan enggagement-nya dengan pendengar di seluruh Indonesia. Bahkan aplikasi mobile stasiun radio memiliki tingkat pengunduhan yang tidak rendah. Ini memberi peluang besar bagi industri radio Indonesia untuk berkiprah di tingkat Asia !

Mari masuki era baru industri radio Indonesia.


Muhammad Farhan
Penyiar Radio sejak 1993