Radio All Transistor (1950 an - 1960 an awal)

Radio "ALL TRANSISTOR" dengan casing kayu ini diperoleh dari rumah tangga WNI Keturunan Tionghoa di pinggir jalan Kawasan Pantura Comal-Pemalang, Jawa Tengah, saat diketemukan di dekat meja altar sembahyangan. Masuk menjadi koleksi Bp. Rachmat Gobel, tanggal 10 Agustus 2010.
Radio ini diproduksi PT. Transistor Radio Mfg.Co. di Cawang, Jakarta, yang menjadi pelopor dari pabrik radio transistor dengan merek "Tjawang".

Radio ini sangat populer pada masa sosialisasi "Manipol-USDEK" di akhir 1960-an yang merupakan akronim dari Manifesto Politik dan Undang-Undang Dasar 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, dan Kepribadian Indonesia. Manipol-USDEK saat itu dipakai sebagai "haluan negara" Republik Indonesia, berdasarkan ketentuan MPRS NO. 1/1960. Manipol-USDEK ini tidak dapat dipisahkan dari Dekrit Presiden, 5 Juli 1959. Sosialisasi Manipol dan Usdek disiarkan melalui RRI Pusat - Jakarta, tiap hari Rabu dan Minggu malam, mulai 5 Oktober 1960, dengan juru bicara Haji Roeslan Abdulgani.

Foto 1
Radio All Transistor, saat diperkenalkan kepada masyarakat lewat Pameran Industri di Jakarta pada 19 Oktober 1960. Sekitar satu juta unit radio transistor berhasil diproduksi dan dipasarkan pada kurun waktu 1956-1964.
Foto 2
Pamflet Radio Transistor Tjawang produk dari PT. Transistor Radio Manufacturing Co., pada masa sosialisasi “Manipol-USDEK” di akhir 1960-an. Manipol-USDEK merupakan akronim dari Manifesto Politik dan Undang-Undang Dasar 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, dan Kepribadian Indonesia. Manipol-USDEK saat itu dipakai sebagai “haluan negara” Republik Indonesia.